8 Bahaya Kipas Angin Langsung ke Badan, Wajib Waspada!
Tidak bisa dipungkiri kalau beberapa orang susah tidur saat mereka kegerahan. Studi menunjukkan bahwa rata-rata durasi tidur berkurang 14 menit saat suhu mencapai 30°C.[1] Itu kenapa kipas angin banyak dipilih sebagai solusi. Tapi kamu wajib waspada karena bahaya kipas angin langsung ke badan selalu mengintai.
Tidur dengan angin sepoi-sepoi dari kipas memang bisa memberikan kenyamanan ekstra. Namun, akibat menggunakan kipas angin tiap hari dalam waktu lama dan berlebihan, itu tidak baik. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan bagi segala usia, terutama terkait dengan otot, cairan tubuh, infeksi bakteri, dan lain-lain.
Supaya lebih jelas, temukan bahaya kipas angin untuk anak maupun untuk orang dewasa saat diarahkan langsung ke badan di bawah ini!
Kenapa Tidak Boleh Mengarahkan Kipas Angin dalam Waktu Lama?

Jika kamu bertanya-tanya apakah kipas angin berbahaya untuk tubuh, jawabannya tergantung pada durasi pemakaian. Apabila kamu hanya menggunakannya sesekali dalam jangka waktu singkat dan tidak mengarah ke badan, penggunaannya masih aman.
Tapi kalau berlebihan, bisa memicu masalah berikut!
1. Kulit Kering
Satu di antara bahaya kipas angin saat tidur adalah membuat kulit terasa kering. Pasalnya, badan kamu jadi menerima aliran udara secara konstan dalam waktu 7-8 jam. Hasilnya, proses penguapan cairan, minyak, dan kelembapan alami di badan berlangsung lebih cepat dari seharusnya.
Hasilnya, kulit terasa lebih kaku dan kasar saat disentuh. Banyak orang sering mengabaikan masalah ini. Padahal, jika kamu membiarkannya terus, kulit bisa bersisik, mengelupas, hingga retak pada kasus ekstrem.[2] Kamu juga bisa kehilangan kepercayaan diri karena kondisi kulit yang tidak sehat.
2. Mata Kering
Bukan hanya kondisi kulit saja yang terganggu oleh kipas angin, tapi juga kondisi mata. Penyebabnya pun hampir mirip, yaitu karena lapisan berminyak, lapisan berair, dan lapisan lendir di mata menguap akibat aliran udara konstan.
Ciri-cirinya adalah:
- Sensasi terbakar pada mata.
- Penglihatan kabur.
- Mata terasa gatal, berpasir, atau ada yang mengganjal.
- Mengeluarkan lendir secara berlebihan.
- Terlihat merah atau iritasi.
- Saat memakai lensa, terasa sakit.
- Jumlah air mata berkurang drastis.[3]
3. Saluran Pernapasan Kering
Pada dasarnya, saluran pernapasan kamu perlu cairan dan lendir untuk menjaga kinerja agar tetap maksimal. Namun, saat terkena aliran angin secara konstan, eksistensinya akan hilang dengan perlahan. Inilah alasan kenapa hidung dan tenggorokan kamu terasa kering setelah bangun tidur.
4. Mempercepat Mobilitas Virus dan Bakteri
Beberapa jenis virus dan bakteri bergerak melalui udara, sehingga mobilitasnya akan terasa lebih cepat dengan aliran angin konstan dari kipas. Jadi sebenarnya penyakit akibat kipas angin berasal dari mobilitas mikroba, bukan dari kipas itu sendiri. Contohnya seperti flu, TBC, dan batuk rejan.
5. Sumber Alergi
Selain membawa virus dan bakteri, kipas angin juga sering membawa debu. Hasilnya, kamu lebih rentan terkena alergi. Terlebih ketika kondisi ruangan dan/atau kipasnya kotor. Kebanyakan kipas angin biasanya akan membuat kondisi ruangan lebih parah, dipenuhi debu dan sumber alergen lain.
6. Masalah Otot
Ternyata, efek pendinginan lokal saat kipas angin mengarah langsung ke badan bisa membuat aliran darah menyempit.[4] Hal ini berpengaruh pada pasokan oksigen ke otot dan membuatnya berkontraksi. Hasilnya, saat bangun kamu akan merasakan masalah pada otot, entah itu kram, kaku, atau nyeri.
7. Bell's Palsy
Banyak orang khawatir akan terkena Bell’s Palsy karena kipas angin. Istilah ini merujuk pada kondisi saat otot di satu sisi wajah melemah. Hasilnya, sisi wajah tersebut akan terkulai, muncul senyum di satu sisi saja, dan mata sulit menutup.
Ini adalah bahaya kipas angin ke muka karena bisa menyebabkan peradangan pada saraf wajah. Pada umumnya bersifat sementara, bisa sembuh di hitungan minggu.[5]
8. Berisik
Meskipun bisa membuat suhu lebih nyaman, bagi beberapa orang eksistensi kipas angin tetap membuat kualitas tidur berkurang. Alasannya adalah polusi suara yang dikeluarkan oleh kipas. Hampir semua kipas angin pasti berisik sehingga tetap membuat kamu mengalami masalah tidur.
Alternatif Pengganti Kipas Angin

Sebagai alternatif yang lebih aman, kamu bisa menggunakan AC. Eksistensinya tetap bisa membuat kamar lebih sejuk tanpa harus terpapar angin secara langsung. Untuk perlindungan ekstra dari mobilitas mikroba, gunakan jenis AC yang punya fitur super hygiene 6 in 1 seperti AC Kios Ariston.
AC ini memiliki 6 filter penyaring udara, sehingga ruangan bisa bebas dari sumber alergen, bakteri, virus, dan mikroba lain. Kamu juga bisa menggunakan mode swing AC agar udara dingin lebih merata dan tidak terpusat ke badan. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan sakit otot atau mengalami Bell’s Palsy.
Unit AC Ariston pada umumnya punya suhu AC paling dingin sebesar 16°C. Namun, hanya gunakan mode ini untuk mendinginkan ruangan dengan cepat saja, ya! Setelah dingin, bisa setel di suhu ideal (24-26°C). Tujuannya agar penggunaan energi lebih efisien dan tubuh kamu lebih nyaman.
Selain menurunkan AC ke suhu terendah, ada beberapa cara setel mode AC paling dingin lain yang bisa kamu coba, yaitu dengan memakai mode turbo atau jet cool. Setelah ruangan dingin dan AC ke suhu ideal, mode ini bisa tetap kamu pertahankan agar tetap merasa sejuk tanpa mengorbankan kesehatan.
Penutup

Karena ada banyak bahaya kipas angin langsung ke badan yang selalu mengintai kesehatan kamu, pastikan kamu memilih metode yang lebih aman. Misalnya, dengan memakai AC Kios Ariston yang bisa membuat ruangan sejuk tanpa harus takut. Jadi, sudah siap untuk memasangnya di rumah?