Tata Cara Mandi Nifas Sesuai Sunah dalam Islam
Bicara soal syariat Islam, wanita yang sedang nifas tidak boleh dulu menjalankan beberapa ibadah seperti salat dan puasa. Setelah selesai, kamu bisa kembali melaksanakannya. Tapi sebelum itu, pastikan dulu kamu sudah melakukan semua tahapan tata cara mandi nifas dengan benar dan berurutan.
Hanya saja, beberapa dari kamu mungkin belum tahu bagaimana cara mandi nifas setelah 40 hari melahirkan. Tapi tak perlu khawatir, karena tahapannya yang sesuai sunah bisa kamu temukan di sini, termasuk waktu, niat, dan hal lain yang harus diperhatikan.
Apa Itu Nifas?
Sebelum mempelajari tata cara mandi wajib untuk wanita nifas, kamu perlu tahu definisinya terlebih dulu. Istilah ini merujuk pada darah yang keluar dari rahim wanita sesudah melahirkan. Pada umumnya, berlangsung 40 sampai 60 hari hingga organ reproduksi pulih kembali.[1]
Berdasarkan ajaran Islam, nifas termasuk hadas besar. Artinya, kamu tidak boleh salat karena tidak memenuhi syarat sah salat. Begitu pun dengan puasa, mengingat nifas adalah salah satu hal yang membatalkannya. Inilah kenapa kamu harus mandi setelah melahirkan dalam Islam.
Kapan Mandi Nifas Dilakukan?

Setelah tahu definisinya, kamu perlu memahami kapan waktu yang tepat untuk mandi nifas.
Ternyata, kamu bisa melakukannya tepat setelah darah berhenti mengalir dari organ reproduksi. Kebanyakan wanita bisa menyelesaikan nifas dalam 40-60 hari. Tapi ada juga yang lebih cepat dari itu.
Jadi, meskipun baru 30 hari dan aliran darah sudah berhenti, kamu bisa langsung mandi. Jika kondisi memungkinkan, mandilah sesegera mungkin tepat setelah tidak ada darah yang tersisa. Tujuannya agar kamu bisa cepat-cepat beribadah. Tapi harus benar-benar yakin tidak akan ada darah lagi.
Lalu, bagaimana jika kamu ingin berpuasa? Kira-kira, apakah boleh mandi wajib saat puasa atau harus melakukannya sebelum imsak tiba? Ternyata, jika kamu berniat untuk puasa dalam keadaan belum mandi wajib, puasa bisa tetap sah.
Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنَ الْوِقَاعِ، لاَ مِنِ احْتِلاَمٍ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيُتِمُّ صَوْمَهُ .
Artinya:
Rasulullah saw biasa bangun di pagi hari dalam keadaan junub setelah berhubungan, bukan karena mimpi basah. Kemudian, dia mandi dan menyelesaikan puasanya.[2]
Karena kondisi junub dan nifas sama-sama berupa hadas besar, kamu juga bisa menerapkannya saat nifas selesai. Tapi, lebih baik kamu mandi sebelum subuh karena perlu bebas dari hadas besar untuk bisa salat.
Tata Cara Mandi Nifas

Sebenarnya, tata cara mandi nifas sesuai sunah itu sangat mudah, mirip dengan mandi haid dan mandi junub.
Hanya ada 2 rukun mandi wajib yang perlu kamu ikuti, yaitu:
1. Membaca Niat
Pada dasarnya, niat adalah hal yang sangat penting dalam ajaran Islam. Hampir semua ibadah dan aktivitas lain yang terkait dengan syariah harus didahului dengan niat. Hal yang sama juga berlaku untuk mandi nifas.
Bacaan niat mandi nifas adalah:
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ النِّفَاسِ
Latin:
Nawaitul ghusla li raf’in nifâsi
Artinya:
Saya berniat mandi untuk menghilangkan nifas.
2. Mengguyur Air ke Seluruh Tubuh
Setelah membaca niat, langkah selanjutnya adalah mengguyur air ke seluruh tubuh, termasuk rambut. Jadi, ketika mandi nifas, kamu wajib keramas. Selama seluruh tubuh terkena air, mandi nifas akan dianggap sah. Kamu bisa kembali beribadah.
Tapi jika ingin sesuai sunah, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah!
- Cuci telapak tangan dengan air mengalir sebanyak tiga kali, termasuk tangan kanan dan kiri.
- Bersihkan area kemaluan dan dubur hingga bersih karena rentan terkena najis.
- Cuci kembali tangan dan gunakan sabun agar lebih bersih.
- Ambil wudu seperti biasa, bisa langsung membasuh kaki atau melakukannya di akhir.
- Basahi tangan, lalu pijat kulit kepala sampai basah. Pastikan semuanya basah hingga ke sela-sela rambut.
- Guyur air dari atas kepala sebanyak tiga kali.
- Guyur air di sisi kanan tubuh sebanyak tiga kali dan di sisi kiri tubuh sebanyak tiga kali.
- Kamu bisa menggunakan sabun, sampo, dan produk kebersihan lain setelah itu. Pastikan tubuh benar-benar bersih, terutama di area lipatan.
- Basuh kaki jika masih belum melakukannya.
- Jika tidak melakukan sesuatu yang membatalkan wudu, kamu bisa menyelesaikan mandi nifas.
- Jika melakukan sesuatu yang membatalkan wudu, kamu harus berwudu kembali sebelum bisa menyelesaikan mandi nifas.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mandi Nifas

Sekarang, kamu sudah tahu doa mandi nifas dan caranya. Tapi, masih ada beberapa hal penting lain yang wajib kamu ketahui, yaitu:
- Jika sudah mandi tapi darah kembali keluar, kamu bisa mandi ulang pada waktu berikutnya. Contohnya, jika ada sedikit darah di malam hari, kamu bisa kembali mandi wajib di subuh atau pagi hari.
- Membaca niat mandi nifas tidak harus selalu memakai bahasa Arab. Jika kamu ragu atau tidak bisa membaca tulisan Arab dengan benar, maka tidak ada salahnya untuk memakai bahasa Indonesia.
- Jangan gunakan sabun, pewangi, atau produk lain yang sejenis di area vagina. Cukup gunakan air bersih agar tidak ada komplikasi.
- Jika punya luka caesar atau luka vaginal, segera keringkan tepat setelah mandi. Jangan terlalu digosok agar tetap aman.