Fungsi Mode Dry pada Remote AC dan Waktu Terbaik Memakainya

modified: 13 Januari 2026

Sebagai negara tropis, kombinasi udara panas dan kelembapan yang tinggi selalu terasa sepanjang tahun. Dalam kondisi ini, fungsi mode dry pada remote AC sebenarnya memegang peran penting yang sayangnya masih sering diabaikan.

Banyak pengguna cenderung hanya mengandalkan fungsi pendinginan utama (mode cool) setiap saat. Padahal, rasa gerah, lembap, dan pengap tidak selalu disebabkan oleh tingginya suhu, melainkan oleh kadar uap air berlebih di udara.

Lantas, apa sebenarnya fitur mode dry ini, bagaimana mekanisme kerjanya, dan kapan waktu yang paling tepat untuk mengaktifkannya? Temukan penjelasannya di sini!

Pengertian dan Tujuan Utama Mode Dry pada AC

Unit AC di dinding

Fitur pengendalian kelembapan ini dapat kamu pahami sebagai fungsi selektif yang berfokus pada dehumidifikasi atau pengurangan kadar air di udara.

Cara kerjanya pada AC adalah dengan mengatur siklus kerja kompresor menjadi sangat singkat (nyala-mati teratur). Hal ini memungkinkan evaporator didinginkan secukupnya untuk menarik uap air dari udara dan mengoptimalkan proses kondensasi (perubahan gas menjadi cair). 

Uap air yang terkumpul ini kemudian akan dikeluarkan sebagai air melalui selang pembuangan, sementara udara yang dialirkan kembali ke ruangan memiliki kandungan air yang jauh lebih rendah.

Tujuan utama penggunaan fitur ini adalah menjaga kelembapan di ruangan pada level ideal. Hasilnya ruangan tetap sejuk dan nyaman meskipun suhu tidak turun secara ekstrem, serta lebih terjaga dari potensi pertumbuhan jamur di dinding atau perabotan. 

Pada remote AC, lambang mode dry bisa kamu kenali dengan ikon tetesan air. Bentuk dan jumlah tetesan bisa berbeda-beda tergantung merek, mulai dari satu tetesan hingga beberapa tetesan yang ditampilkan bersamaan.

Perbandingan Fungsi Mode Dry dan Mode Cool pada AC

Mode dry di remote AC

Di samping fitur pengendali kelembapan, pendingin ruangan juga mempunyai mode cool. Fungsinya adalah untuk menurunkan suhu dengan singkat. Saat aktif, AC akan mengalirkan udara melalui evaporator secara cepat dan kuat, sehingga udara yang keluar menjadi dingin dan suhu ruangan turun sesuai pengaturan di remote. 

Sebaliknya, mode dry tidak berfokus pada penurunan suhu yang cepat tapi mengurangi kadar kelembapan udara. Karenanya dalam mode ini, suhu ruangan tidak akan banyak berubah, seperti sebelum mode dry aktif. 

Secara sederhana, fitur cool bisa kamu pergunakan ketika suhu ruangan terasa panas dan udara membuat gerah dan kamu memerlukan pendinginan segera. 

Sementara itu, fitur penyerap kelembapan akan lebih efektif kamu pakai saat suhu ruangan sebenarnya sudah cukup nyaman, namun hawa di ruangan terasa terlalu basah atau lengket. 

Perbedaan Kunci 

Fitur

Mode Dry

Mode Cool

Prioritas Utama

Mengurangi Kelembapan

Menurunkan Suhu

Kerja Kompresor

Siklus Pendek

Berjalan Konstan (untuk mencapai suhu)

Hasil Suhu

Sedikit turun, dijaga stabil

Turun signifikan sesuai setting

Kapan Waktu Terbaik Menggunakan Mode Dry di Indonesia

Wanita sedang menyalakan AC

Kapan mode dry bisa atau sebaiknya kamu gunakan? Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki kelembapan yang relatif tinggi, yakni berkisar antara 70–90%.[1] Angka ini berada jauh di atas batas angka ideal untuk kenyamanan, yang umumnya berada di kisaran 60%.[2] 

Melihat fakta ini, kamu bisa menggunakan fitur penyerap kelembapan ini kapan saja untuk menunjang kenyamanan. Namun, agar penggunaannya tetap seimbang dan kamu masih bisa menikmati sensasi pendinginan yang optimal dari mode-mode lainnya, mode dry sebaiknya kamu aktifkan pada waktu-waktu tertentu. 

Misalnya:

  • Saat Musim Hujan: Pada hari-hari hujan atau saat langit mendung, kandungan uap air di udara meningkat secara signifikan. 
  • Saat Ruangan Terasa Lebih Lembap: Sesaat setelah kamu mengepel, mencuci pakaian, menjemur pakaian di dalam ruangan, atau memasak tanpa ventilasi memadai. 
  • Saat Malam Hari: Membantu menjaga kenyamanan tidur, mengurangi rasa pengap, dan membuat udara tetap segar tanpa membuat suhu terlalu dingin yang bisa mengganggu kualitas tidur.

Berapa Lama Mode Dry pada AC Sebaiknya Menyala?

Wanita sedang bersantai di ruang keluarga

Kamu cukup menggunakan mode ini selama 1 hingga 3 jam. Dalam kurun waktu tersebut, AC sudah cukup optimal dalam menciptakan lingkungan yang  lebih kering. 

Apa efek negatifnya jika mode dry yang menyala terlalu lama? Tidak ada efek yang membahayakan, hanya saja udara di dalam ruangan atau kamar akan terasa terlalu kering. Kamu mungkin akan merasa kurang nyaman terutama pada bagian kulit serta tenggorokan. 

Keuntungan dan Dampak Mode Dry Terhadap Konsumsi Energi Listrik

Wanita sedang menghitung dengan kalkulator

Apakah mode dry boros listrik? Jawabannya tidak, justru sebaliknya!  Alasannya jelas karena dengan setting ini kerja komponen AC tidak terlalu berat sehingga energi atau daya yang terkonsumsi tidak banyak. 

Karena itu, kamu bisa menggunakan setting ini dalam durasi yang cukup lama tanpa perlu khawatir mendapatkan tagihan listrik yang melonjak tajam, tidak seperti yang terjadi pada settingan cool di AC. 

AC Kios Ariston: Solusi Pendingin Ruangan Berkualitas Tinggi

AC Kios Ariston

Setelah memahami cara kerja fitur dry serta waktu terbaik untuk penggunaannya, langkah berikutnya adalah memilih unit AC yang mampu menjaga kenyamanan secara konsisten dalam jangka panjang.

Di sinilah AC Kios Ariston layak kamu pertimbangkan. Dengan mode dry yang bisa menyeimbangkan suhu dan kelembapan, AC ini membantu menciptakan suasana ruangan yang tidak hanya terasa sejuk, tetapi juga lebih nyaman dan stabil sepanjang hari.

Kenyamanan ini semakin terasa dengan kehadiran eco mode, cleaning reminder, serta sistem filter udara berlapis. Kualitas udara lebih terjaga dengan konsumsi listrik yang lebih hemat. 

Saatnya merasakan fungsi mode dry pada remote AC secara maksimal. Pilih AC Kios Ariston sebagai solusi pendingin ruangan berkualitas tinggi untuk kenyamanan yang terasa nyata, setiap hari.