Waspada! 5 Dampak AC Jarang Dicuci Terhadap Kesehatan Tubuh
Dampak AC jarang dicuci terhadap kesehatan ruangan dan penghuninya ternyata cukup signifikan. Banyak orang tidak menyadari bahwa Unit Pendingin Udara (AC) yang terlihat normal dari luar bisa menjadi sumber masalah karena bagian dalam AC yang ternyata kotor.
Sebuah penelitian bahkan menemukan udara di dalam ruangan bisa dua hingga sepuluh kali lipat lebih kotor daripada udara di luar ruangan karena penggunaan AC yang tidak bersih.[1]
Lalu, apa saja pengaruhnya bagi tubuh? Berikut pembahasan mengenai dampak AC jarang dicuci terhadap kesehatan, agar kamu bisa lebih waspada.
AC sebagai Sarang Kuman dan Bakteri: Apa yang Terjadi di Dalam Unit?

AC terdiri dari banyak komponen yang mudah menahan debu dan kotoran, seperti filter, evaporator, hingga pipa pembuangan air. Jika tidak sering kamu bersihkan, kotoran ini akan terus menumpuk dari waktu ke waktu dan menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri.
Masalahnya, cara kerja AC adalah mendaur ulang udara. Udara di dalam ruangan disedot dan disaring melalui filter, kemudian didinginkan lalu dikeluarkan kembali dengan suhu yang lebih dingin.
Jika kondisi di dalam AC kotor, udara yang kembali keluar ini akan membawa partikel debu, bakteri, dan mikroorganisme yang sebelumnya menempel di dalam unit pendingin. Alih-alih menyejukkan, udara yang keluar justru berpotensi menurunkan kualitas udara ruangan.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, paparan udara kotor dalam jangka panjang tentu berpotensi memengaruhi kenyamanan dan kesehatanmu.
5 Masalah Kesehatan Utama Akibat Udara Kotor dari AC

Udara yang terkontaminasi dari unit AC yang kotor tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga membawa dampak medis yang nyata. Berikut lima di antaranya:
1. Infeksi Jamur pada Pernapasan
Apa yang terjadi jika AC jarang dicuci? Kamu bisa mengalami infeksi jamur di area pernapasan.
AC yang jarang kamu cuci bisa menjadi tempat berkembangnya jamur secara masif, jumlahnya bisa lima kali lebih banyak daripada jamur di karpet rumah.[2] Dan salah satu jenis jamur yang paling banyak adalah Aspergillus sp, yakni jamur yang memiliki dampak negatif pada kesehatan saluran pernapasan.[3]
Pada individu dengan sistem imun yang baik, paparan jamur ini umumnya tidak menimbulkan gangguan serius. Namun, saat daya tahan tubuh menurun, spora yang terhirup dapat memicu sesak napas, mengi, hingga rasa lemas.
2. Sakit Kepala dan Lemas
Bahaya AC yang jarang dibersihkan lainnya adalah sakit kepala dan lemas. Keduanya adalah efek samping dari keracunan karbon monoksida yang mungkin tidak kamu sadari. Bagaimana bisa?
Penumpukan debu dan kotoran di dalam filter serta saluran udara dapat memerangkap gas berbahaya tersebut. Karena karbon monoksida tidak berbau dan tidak terlihat, paparan dapat berlangsung dalam waktu lama sebelum gejalanya terasa.
3. Iritasi Mata dan Kulit
Kualitas udara yang buruk tidak hanya menyerang organ dalam. Partikel jamur dan debu yang bersirkulasi dapat menempel pada selaput lendir mata dan pori-pori kulit. Akibatnya, kamu mungkin sering merasa mata pedih, merah, atau kulit terasa gatal dan kering (eksim) meski sudah menggunakan pelembap.
4. Asma
Sekitar 72% faktor penyebab asma kambuh berkaitan dengan debu dan partikel alergen di udara.[4] Sementara itu, AC yang jarang kamu bersihkan hampir selalu menghembuskan kembali debu yang menumpuk di dalam filter dan salurannya ke seluruh ruangan.
5. Menurunkan Sistem Imun
Ketika tubuh terus-menerus terpapar patogen dari udara kotor, sistem imun akan bekerja ekstra untuk melawannya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengalami kelelahan.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain, seperti flu atau gangguan pernapasan ringan, karena energi pertahanan tubuh telah terkuras untuk menetralisir polutan dan mikroorganisme di dalam ruangan.
Tanda-Tanda Udara AC Sudah Tidak Sehat dan Perlu Segera Dicuci

Apa ciri-ciri AC kotor dan perlu segera kamu bersihkan? Berikut tanda-tanda AC harus dicuci yang bisa kamu jadikan sebagai indikator:
- AC mengeluarkan suara berisik yang tidak wajar.
- AC terasa tidak dingin, padahal setting suhu tetap sama atau lebih rendah.
- Muncul jamur pada filter atau dinding sekitar AC.
- Tercium bau apek setiap kali AC menyala.
- Terlihat debu berlebih menempel di permukaan ruangan.
Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin untuk Kesehatan Pernapasan

Pada ruangan yang tertutup dan tanpa sirkulasi alami, AC sangat memengaruhi kondisi udara di dalam ruangan. Karena itu, jika AC jarang kamu bersihkan, debu, jamur, bakteri, hingga alergen sudah pasti akan memenuhi ruangan, terhirup, lalu masuk ke saluran pernapasan.
Jika tidak segera kamu tangani, hal ini akan memicu berbagai gangguan pernapasan, mulai dari batuk ringan, hidung tersumbat, hingga sesak napas. Sementara bagi orang dengan asma, alergi, atau riwayat penyakit paru, kondisi ini bisa memperparah gejala dan memicu kambuh lebih sering.
Jadi apakah AC harus sering kamu cuci? Tentu saja! Terlebih untuk mengurangi pemicu alergi dan masalah pernapasan serta menjaga kualitas udara bersih.
Berapa lama AC harus dicuci? Sebagai patokan umum, untuk pemakaian rumah tangga standar (8-12 jam), pencucian besar (cuci uap/kimia) bisa kamu lakukan setiap 3 bulan sekali.
AC Kios Ariston: Solusi Pendingin Ruangan Berkualitas Tinggi

Untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan terjamin, kamu dapat memilih AC Kios Ariston.
Unit ini dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dengan fitur Self Diagnostics inovatif. Fitur ini akan memberi notifikasi tepat waktu kapan pembersihan unit perlu kamu lakukan untuk memastikan kebersihan udara terjaga secara optimal dan proaktif.
Selain itu, AC Ariston juga memiliki teknologi Super Hygiene yang mengandalkan 6 filter udara untuk menyaring partikel. Hasilnya udara yang keluar akan jauh lebih bersih dan sehat.
Jangan biarkan efek AC kotor dan dampak AC jarang dicuci terhadap kesehatan mengganggumu. Dan pilih AC Kios Ariston sebagai investasi cerdas untuk kualitas hidup yang lebih sehat.