Kenali 5 Dampak AC bagi Kulit dan Solusinya
Hampir mustahil membayangkan hidup tanpa AC, lebih-lebih lagi di Indonesia. Sayangnya, bukan cuma suhu ruangan yang berubah karenanya. Tahukah kamu bahwa kulit pun ikut terdampak? Ya, walau nyata adanya, dampak AC bagi kulit ternyata masih sering tak disadari.
Bila kamu juga mendapati kulit terasa berbeda dari hari ke hari sejak terpapar AC dan ingin menemukan solusinya tanpa harus memusuhi teknologi tersebut, penjelasan di bawah ini wajib kamu simak.
Mengapa AC Dapat Membuat Udara Ruangan Menjadi Kering?

Tak banyak orang yang menyadari bahwa AC menyebabkan udara kering, baik di rumah maupun di kantor tempat kamu menghabiskan sebagian besar waktu. Masalahnya, kenapa udara AC kering?
Secara teknis, AC bekerja dengan cara menurunkan tingkat kelembapan udara. Ketika udara hangat melewati kumparan evaporator (komponen yang berfungsi menarik uap air dari udara), panas dan uap airnya ikut terserap.
Air yang terpisah ini kemudian mengembun pada permukaan kumparan dan dialirkan keluar melalui pipa kondensasi. Jika proses tersebut terjadi terus-menerus sepanjang tahun dengan sirkulasi udara yang sama, wajar jika lingkungan dalam ruangan terasa makin kering dari waktu ke waktu.
5 Masalah Kulit Utama akibat Paparan Udara AC yang Kering

Lalu muncul pertanyaan yang tak kalah penting, “Sejauh apa udara kering hasil kerja AC berdampak pada kesehatan kulit?”
Jika dipikirkan secara logis, kulit yang terpapar udara minim kelembapan tentu lebih mudah kehilangan cairan alaminya. Karena udara kering menyerap air dari sekitarnya, bukan tidak mungkin ia juga “menyedot” kelembapan dari kulit.
Inilah salah satu pengaruh AC terhadap kulit yang paling mudah dikenali. Namun, paparan AC dalam jangka panjang sebetulnya tidak hanya menyebabkan kulit kering. Ada berbagai dampak AC pada kulit lainnya yang bisa terjadi seiring waktu, seperti:
1. Kulit Gatal-Gatal
Kulit kering tak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga menimbulkan rasa gatal yang menyiksa. Rasa gatal tersebut adalah reaksi refleks terhadap ketidaknyamanan pada kulit yang tak lagi bekerja optimal.
Makin kering kulit, makin sulit pula menahan dorongan untuk menggaruk. Sensasi ini bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, dan tidak jarang juga menyerang area wajah.
2. Kulit Berjerawat
Masalah kulit lain yang tak jarang menyusul adalah jerawat. Akar permasalahannya terletak pada rusaknya skin barrier, yang membuat kulit berusaha “menyelamatkan diri” dengan menghasilkan lebih banyak sebum (minyak).
Alih-alih membantu, minyak berlebih ini justru memicu penyumbatan pori-pori. Di dalam pori yang tersumbat, sel kulit mati bercampur dengan minyak dan bakteri. Alhasil, terciptalah lingkungan ideal bagi pertumbuhan jerawat.
3. Bibir Pecah-Pecah
Bibir pada dasarnya adalah bagian dari kulit, sehingga tak kebal terhadap dampak udara kering AC. Ketika berada di ruangan dengan kelembapan rendah, air alami pada bibir perlahan menguap.
Tambah lagi, tidak banyak kelenjar minyak di dalam bibir. Karena itu, kehilangan kelembapan sedikit saja sudah cukup membuat bibir kering dan kasar.
4. Kulit Sensitif
Kulit yang mengering akibat paparan AC berkepanjangan pada akhirnya akan mudah mengalami iritasi. Penyebab utamanya adalah kerusakan pada skin barrier. Jika lapisan pelindung ini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, kulit tidak punya mekanisme untuk menangkal zat-zat pemicu iritasi dari luar.
5. Kulit Bentol-Bentol
Walaupun tidak sering terjadi, kulit yang terlalu lama berada dalam kondisi kering bisa saja berisiko mengalami biduran. Kebiasan menggaruk kulit kering terus-menerus dapat memicu bentol-bentol kemerahan. Kondisi ini disebut dermatographia.
Cara Menjaga Kelembapan Kulit saat Tidur di Ruangan Ber-AC

AC dan iklim Indonesia yang panas ibarat dua sejoli yang sulit dipisahkan. Mustahil tidur nyenyak di malam hari tanpa pendingin udara, sebab tubuh terus merasa gerah. Di sisi lain, sekarang kamu sudah tahu bahaya AC untuk kulit.
Duh, rasanya bagai memakan buah simalakama. Jika dinyalakan berarti kulit selalu terpapar udara kering, jika dimatikan maka sama saja dengan mengorbankan kualitas tidur. Nah, adakah cara untuk menyiasati dilema ini? Jawabannya: ADA.
Ini dia beberapa solusinya:
1. Gunakan Krim Malam
Pertama-tama, lapisi kulit wajah dengan pelembap yang teksturnya lebih tebal. Tujuannya adalah supaya kulit tidak mudah kering selama kamu beristirahat, terutama untuk mencegah kulit kering akibat AC.
Kalau kamu tidak punya krim malam khusus, kamu bisa menyiasatinya dengan mencampur healing balm ke pelembap yang biasa kamu gunakan.
2. Gunakan Serum
Jika kulitmu cenderung berminyak, kamu barangkali tak merasa perlu menggunakan krim malam. Untuk itu, pilihan produk di malam hari sebaiknya yang ringan agar kulit terasa nyaman.
Bagi kulit normal sampai berminyak, serum bisa menjadi solusi yang tepat karena mampu menghidrasi kulit tanpa menyebabkan lengket atau berminyak berlebih.
3. Atur Posisi AC
Sebisa mungkin hindari posisi tidur yang langsung terkena arah angin AC. Selain itu, atur suhu AC supaya tidak turun terlalu rendah, idealnya tidak kurang dari 27 derajat.
4. Kenakan Baju Berbahan Katun
Untuk perlindungan kulit sekaligus kenyamanan sewaktu tidur, kamu juga bisa mencoba memakai piyama dari bahan katun. Serat alami ini lebih ramah bagi kulit, khususnya jika kulit sedang kering atau meradang akibat iritasi, karena katun tidak mudah menimbulkan gesekan berlebih.
Tambah lagi, karakter kain yang berpori membuat panas tubuh lebih mudah dilepas, jadi tubuh terasa lebih adem.
Tips Menjaga Kelembapan Udara Ruangan Tanpa Mengorbankan Dinginnya AC

Di samping perawatan kulit, menjaga kelembapan udara di dalam ruangan ber-AC juga dapat memberi manfaat tambahan. Lingkungan yang terlalu kering tak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga bisa memicu sakit tenggorokan. Di samping itu, bernapas pun kurang nyaman.
Untuk mengatasinya, berikut sejumlah solusi yang bisa kamu coba:
1. Tempatkan Tanaman Hias
Ini dia solusi ampuh untuk menambah kelembapan udara. Tanaman secara alami mampu mengurangi kekeringan dengan melepaskan uap air ke udara di sekitarnya.
Tak hanya itu, tanah dalam pot pun berfungsi sebagai penyimpan air, yang dapat terserap ke udara ketika AC mengurangi kelembapan. Bonusnya, tanaman juga mempercantik ruangan dan memberi kesan segar.
2. Letakkan Mangkuk Berisi Air
Cara sederhana lain untuk menaikkan tingkat kelembapan udara di ruangan ber-AC adalah menempatkan wadah berisi air di berbagai sudut ruangan. Biarkan mangkuk tersebut terbuka supaya penguapan terjadi secara alami dan menambah kadar kelembapan udara.
Yang tak kalah penting, posisinya tidak boleh berdekatan dengan perangkat listrik demi keamanan.
3. Tambahkan Akuarium
Selain itu, akuarium ikan juga bisa menjadi solusi kreatif untuk meningkatkan kelembapan udara. Selain fungsional, opsi ini cocok bagi pencinta hewan. Tetapi perlu kamu perhatikan untuk tidak menutup akuarium supaya air bisa menguap dan melembapkan udara sekitar.
4. Gunakan Humidifier
Di antara semua cara tadi, humidifier adalah yang paling efektif karena efeknya yang instan. Alat ini berfungsi langsung menyalurkan uap air ke dalam ruangan. Meski demikian, perawatan rutin sangat penting. Bersihkan humidifier secara berkala agar uap air yang dilepaskan tidak mencemari kualitas udara.
AC Kios Ariston: Solusi Pendingin yang Nyaman dan Menjaga Kualitas Udara Sehat
Setelah memahami berbagai dampak AC bagi kulit dan cara mengatasinya, sekarang kamu punya bekal lengkap untuk tetap nyaman tanpa khawatir kulitmu menjadi kering.
Walaupun demikian, solusi terbaik tidak selalu sekadar rajin memakai pelembap atau memakai humidifier. Kamu juga perlu AC yang dirancang dengan teknologi canggih.
Misalnya seperti AC Kios Ariston yang dilengkapi fitur distribusi udara optimal. Jadi tak hanya rumahmu yang selalu sejuk, tapi kulitmu juga tetap sehat dan terhidrasi. Ayo dapatkan produknya sekarang juga dan rasakan perbedaannya!