Penyebab Keran Air yang Bocor atau Menetes dan Solusinya
Keran air bocor atau menetes itu menjengkelkan. Sayangnya masalah ini terlihat sepele bagi beberapa orang. Padahal intensitas kebocoran 1 tetes per detik setara dengan lebih dari 3.000 galon air per tahun.[1] Jadi, jangan buang-buang air. Segera terapkan cara memperbaiki keran air yang bocor atau menetes dengan tepat.
Ayo cari tahu betapa seriusnya masalah ini dan bagaimana cara memperbaiki keran air yang rusak serta solusi cepat untuk menanganinya!
Mengapa Keran Air Bocor atau Menetes Adalah Masalah Serius?

Tetesan air memang terlihat bukan masalah besar. Namun, akumulasi tetesan air dari kebocoran keran bisa menimbulkan dampak serius bagi finansial, kesehatan, dan properti.
1. Finansial
Untuk memperoleh akses air, butuh pemakaian energi. Entah itu solar, listrik, gas, dan lainnya. Semakin banyak air yang terbuang, maka semakin tinggi pula biaya tagihan bulanan. Belum lagi jika keran air yang bocor merupakan saluran air panas, maka biayanya dua kali lipat yakni energi untuk mengakses dan memanaskan air.
2. Kesehatan
Keran air bocor yang letaknya di dalam ruangan bisa meningkatkan kelembapan (humidity) dan memicu pertumbuhan jamur, bakteri, hingga mold. Akibatnya, bisa timbul bau apek sehingga muncul masalah pernapasan. Selain itu, suara tetesan air bisa saja mengganggu waktu istirahat sehingga kamu merasa stres.
3. Properti
Tetesan air bisa merusak struktur bangunan karena resapan air menggerus kekuatan beton dan kayu. Selain itu, dinding dan plafon bisa rusak karena lembap. Tetesan air juga dapat menyebabkan korsleting listrik jika mengenai kabel.
Penyebab Umum Kebocoran pada Keran Air (Keran Putar dan Keran Tuas)

Meskipun memiliki bentuk yang sedikit berbeda, tetapi penyebab kebocoran pada keran putar dan keran tuas mirip. Pahami alasan kenapa keran air menetes terus berikut:
1. Komponen Aus atau Rusak
Seiring waktu, beberapa komponen pada keran tuas atau putar bisa rusak dan aus. Contohnya seperti bantalan karet, katup, rubber seal, dan ulir. Hal ini membuat keran tidak bisa menahan atau menyegel air dengan baik sehingga muncul tetesan air.
2. Kotoran atau Keran yang Menempel
Setiap jenis air membawa endapan pasir, kotoran, atau mineral yang rentan menempel pada katup, cartridge, maupun badan keran. Kondisi ini menimbulkan kerak dan membuat pergerakan komponen keran terbatas sehingga air menetes dari keran karena komponen tidak dapat menutup sempurna.
3. Sambungan Longgar
Ulir atau drat menjadi penghubung keran dan pipa air. Saat sambungannya longgar karena seal tape kurang atau tidak tepat menghasilkan celah bagi air untuk merembes.
4. Tekanan Berlebih
Segala yang berlebihan itu tidak baik, termasuk juga tekanan air pada keran. Pressure berlebih ini membebani komponen internal kran, khususnya bagian seal dan katup. Akibatnya komponen jadi lebih cepat rusak dan aus sehingga kemampuan menahan air menurun.
5. Penggunaan Paksa
Pemakaian yang kasar saat membuka dan menutup keran bisa memicu kerusakan komponen internal. Akibatnya usia pakai keran menurun drastis sehingga kamu perlu mengeluarkan biaya sebelum waktunya.
Langkah-Langkah Memperbaiki Keran Putar (Compression Faucet) yang Bocor

Keran putar biasanya menggunakan mekanisme gate valve atau ball valve. Kamu bisa memakainya untuk wastafel, pipa utama, ataupun kamar mandi. Bagaimana jika keran putar bocor?
Ikuti cara memperbaiki keran air yang menetes terus berikut:
- Matikan katup aliran air, dan kuras air yang tersisa pada badan keran. Pastikan saluran pembuangan tersumbat agar komponen kecil tidak terbawa air.
- Lepaskan sekrup pada gagang dengan obeng.
- Selanjutnya, lepas mur penutup berbentuk segi enam di bawah gagang dan putar batang keran untuk menariknya keluar.
Dari sini, kamu bisa mengecek komponen mana yang bermasalah.
- Pertama, jika ring karet rusak, maka lepas sekrup di bagian bawah batang. Sekrup ini berfungsi untuk menahan ring karet dudukan. Ganti dengan ring baru.
- Kedua, apabila O-ring pada bagian batang keran aus, maka ganti dengan yang baru. Pastikan ring baru dilumasi dengan gemuk.
- Ketiga, dudukan katup kuningan bisa saja berlubang dan berkarat. Jadi periksa di dalam badan keran. Pakai kunci pas untuk melepas dan ganti dengan yang baru.
Setelah masalah teratasi, kamu bisa pasang kembali batang dan gagang keran. Pastikan mur pengemas terpasang dengan baik. Coba nyalakan aliran air untuk melihat hasil perbaikan.
Solusi Cepat untuk Memperbaiki Keran Tuas (Cartridge Faucet) yang Menetes

Tipe keran modern ini punya fungsi ganda untuk mengontrol aliran sekaligus suhu air. Meskipun mudah digunakan, tetapi keran tuas juga rentan rusak.
Bagaimana cara memperbaiki keran air yang dol pada tipe ini?
- Matikan aliran air keran ataupun aliran air utama. Tutup saluran pembuangan.
- Pakai kunci Allen atau obeng untuk melepas sekrup yang menahan gagang.
- Lepaskan klip penahan (tang) atau mur (kunci) yang menahan cartridge pada tempatnya.
- Ganti dengan cartridge baru dan pastikan posisinya selaras dengan tanda panas serta dingin.
- Oleskan gemuk silikon pada cartridge O-ring baru dan pasang kembali klip penahan atau mur, serta gagang.
- Cek aliran air masih bocor atau tidak.
Water Heater Ariston: Pastikan Aliran Air Panas Lancar dan Bebas Bocor

Hunianmu terasa lebih nyaman dengan kehadiran water heater. Kebutuhan air panas untuk dapur dan kamar mandi sama-sama terpenuhi dengan efisien. Bebaskan kamar mandi ataupun dapur dari risiko kebocoran air dengan water heater Ariston.
Pemanas air ini dilengkapi dengan teknologi anti korosi pada tangki. Kombinasi lapisan titanium, anoda rod, dan elemen pemanas dari tembaga melindungi tangki dari kerusakan sehingga usia pakai lebih lama.
Sebagai perlindungan ekstra seluruh tipe water heater Ariston juga memiliki fitur ELCB (Earth-Leakage Circuit Breaker) yang mencegah terjadinya korsleting atau sengatan listrik.
Jadi, mengetahui cara memperbaiki keran air yang bocor atau menetes mungkin jadi info yang valuable. Namun, kunci hidup nyaman tanpa takut masalah kebocoran air adalah memilih produk yang tepat dan terjamin keamanannya seperti water heater Ariston.