MCB Listrik Sering Jeglek? Ini 4 Penyebab dan Solusinya

modified: 29 Januari 2026

Membeli peralatan elektronik, seperti AC, kulkas, oven, mesin cuci, setrika adalah cara untuk meningkatkan kenyamanan hunian. Sayangnya, home appliances rata-rata punya daya besar sehingga berdampak pada pemakaian daya listrik. Jadi, jangan heran jika listrik sering jeglek saat menghidupkan peralatan listrik berdaya besar.

Simak ulasan kali ini untuk tahu langkah seperti apa yang perlu kamu ambil sebagai cara mengatasi meteran listrik sering jeglek.

Peran MCB (Miniature Circuit Breaker) dalam Sistem Listrik Rumah

deretan mcb yang terpasang di dinding

Masalah kelistrikan tidak bisa lepas dari MCB karena perannya sebagai “satpam” dalam sistem listrik. Keberadaannya sangat vital karena berperan sebagai pemutus aliran listrik dengan kecepatan milidetik. 

MCB membantu penggunaan listrik di rumah tetap aman karena:

  • Mencegah kabel panas dan meleleh akibat beban berlebih, misalnya terlalu banyak alat listrik yang dinyalakan.
  • Menghindarkan peralatan dan kabel dari kerusakan berat saat terjadi korsleting.
  • Sebagai standar proteksi modern, MCB lebih aman dan mudah digunakan dari sekring.
  • Mencegah kebakaran dan sengatan listrik dengan menjamin stabilitas sistem listrik di rumah.
  • Prinsip termal dan magnetiknya bisa mendeteksi gangguan lalu memutuskan aliran dengan cepat.

Penyebab Utama Listrik "Jeglek" saat Alat Elektronik Dinyalakan 

seseorang sedang memperbaiki stop kontak

Saat memakai peralatan listrik berdaya besar, khususnya secara bersamaan, MCB listrik sering jeglek. Apakah kamu mengalami hal ini di rumah? Jika iya, maka ada beberapa masalah yang sepertinya menjadi penyebab dan perlu kamu cek lebih lanjut.

1. Instalasi Listrik Tidak Memadai

Sistem kelistrikan itu kompleks. Ada aturan penting yang perlu kamu ikuti yakni memakai material yang sesuai dan melakukan instalasi dengan tepat. Saat instalasi listrik tidak memadai, ini akan memicu berbagai masalah yang berujung pada listrik jeglek. 

Contohnya adalah:

  • Diameter kabel mempengaruhi penampungan daya sehingga ketidaksesuaian memicu peralatan elektronik panas dan MCB turun.
  • Bisa terjadi korsleting atau arus bocor karena pemasangan yang tidak benar hingga kabel yang mengelupas.

2. Korsleting

Ketika terjadi korsleting seperti hubungan arus pendek yang ekstrem, maka lonjakan arus listrik terlalu tinggi sehingga memicu arus mencari jalan pintas. Sebagai respons, MCB mengaktifkan mekanisme untuk memutus aliran dengan sangat cepat agar tidak terjadi kebakaran. 

Beberapa penyebab korsleting seperti:

  • Kabel rusak
  • Instalasi listrik tidak sesuai standar
  • Terlalu banyak alat listrik yang dicolok pada satu stop kontak
  • Sambungan kabel tidak rapi
  • Peralatan elektronik bermasalah

3. Masalah pada MCB

Meskipun bertugas sebagai “satpam”, tetapi MCB juga tidak lepas dari potensi masalah. Benda ini bisa mengalami kerusakan hingga aus.

  • Seiring bertambahnya usia, komponen MCB bisa aus sehingga menjadi terlalu sensitif atau justru sama sekali tidak sensitif.
  • Kabel di dalam MCB bisa konslet atau longgar sehingga terjadi lonjakan arus.
  • Kapasitas MCB tidak sesuai dengan daya listrik rumah sehingga sering turun.

4. Beban Listrik Overload

Daya listrik dan MCB punya kapasitas maksimal yang bisa ditampung. Jadi, saat beban listrik terlalu banyak, maka jangan heran jika listrik jeglek. Selain itu, peralatan elektronik yang rusak juga bisa menarik daya lebih besar dari seharusnya sehingga membebani sirkuit dan MCB.

Cara Menghitung Kebutuhan Daya Listrik Total Rumahmu (VA atau Watt)

dapur modern dengan berbagai peralatan elektronik canggih

Kenapa listrik jeglek terus? Mungkin kebutuhan dan kemampuan daya listrik di rumahmu tidak sebanding. Langkah terbaik untuk mencegah listrik sering jeglek adalah menyelaraskan keduanya. 

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menghitung kebutuhan daya listrik di rumah:

  1. Buat list peralatan elektronik di rumah beserta daya yang dibutuhkan.
  2. Jumlahkan daya dari peralatan listrik yang mungkin atau biasanya kamu gunakan bersamaan.
  3. Konversi ke VA (Volt Ampere) dengan rumus VA = Watt / Faktor Daya (0.8) atau VA = Tegangan (V) x Arus (A).
  4. Tambahkan margin daya sekitar 20% hingga 30% untuk menghindari overload.
  5. Pilih daya listrik yang bisa mengakomodasi kebutuhan beserta tambahan margin tadi.

Contoh perhitungannya:

Setelah membuat daftar, kamu membutuhkan 1156 watt. 

Maka, konversi ke VA = 1156/0.8 = 1445 VA

Tambahkan margin 30% (433.5 VA) sehingga totalnya menjadi 1878 VA.

Kesimpulannya, kamu bisa memilih daya PLN 2200 VA sebagai opsi paling aman dan stabil.

Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Mengatasi Listrik Sering Jeglek

seorang teknisi memeriksa instalasi kabel listrik

Bahaya listrik sering jeglek bisa membuat peralatan elektronik rusak permanen, mengurangi usia pemakaian peralatan, hingga meningkatkan risiko kebakaran. Lalu bagaimana cara mengatasi meteran listrik sering jeglek

Solusi paling mudah untuk jangka pendek yakni mengatur penggunaan peralatan listrik. Contohnya dengan menggunakan peralatan secara bergantian dan mematikan peralatan saat tidak digunakan.

Namun, solusi terbaik untuk kenyamanan yang berkelanjutan adalah:

  • Menambah daya listrik sesuai kebutuhan
  • Memanggil teknisi untuk mengecek dan memperbaiki instalasi listrik
  • Memilih peralatan elektronik berkualitas
  • Memasang stabilizer untuk menstabilkan tegangan
  • Mengganti MCB sesuai dengan daya listrik

Ariston: Memastikan Instalasi Listrik Aman untuk Water Heater dan AC

kamar tidur modern dengan kamar mandi berdinding kaca

Salah satu solusi jangka panjang yang bisa kamu pertimbangkan dalam mengatasi MCB sering jeglek adalah memilih home appliances berkualitas. Label SNI saja tidak cukup. Kamu harus mengecek fitur dan teknologi yang digunakan untuk memastikan peralatan tersebut aman untuk instalasi listrik di rumah.

Ariston menawarkan kenyamanan serta keamanan untuk hunianmu melalui:

Water Heater

Pemanas air Ariston dilengkapi dengan fitur dan teknologi canggih seperti:

  • Material enamel titanium yang tahan karat sehingga meminimalkan kerusakan internal yang memicu sengatan listrik.
  • Beberapa model tidak memiliki tangki sehingga risiko kebocoran yang bisa memicu konslet nihil.
  • Ada fitur ELCB (Earth-Leakage Circuit Breaker) yang otomatis memutus listrik saat kebocoran arus terdeteksi.

AC Kios

Risiko listrik jeglek karena menyalakan AC juga bisa dihindari dengan memilih AC Kios Ariston.

  • Ada fitur antikorosi sehingga potensi kerusakan komponen seiring bertambahnya usia yang memicu konslet bisa dicegah.
  • Dilengkapi teknologi inverter yang lebih hemat energi sehingga pemakaian daya tidak berlebihan.
  • Material berkualitas sehingga secara struktur dan desain, unit AC sangat aman.
Kesimpulannya, hindari listrik sering jeglek dengan menghitung kebutuhan daya listrik rumah dan menyerahkan instalasi listrik pada ahlinya. Buat hunianmu lebih nyaman dan aman dengan memilih AC serta pemanas air dari Ariston yang telah teruji keamanannya.