8 Hal yang Membatalkan Puasa, Hindari agar Ibadah Sah!
Meskipun kamu sudah membaca niat puasa Ramadhan dengan benar dan sungguh-sungguh, tapi ibadah kamu tidak akan sah jika melakukan hal yang membatalkan puasa. Terkadang kamu melakukannya dengan sadar, tapi tidak jarang dilakukan secara tidak sadar. Hal ini membuat pahala ibadah jadi nol besar.
Karena itu, mengetahui hal ini sangat penting agar ibadah sah dan pahala mengalir tanpa hambatan.
Hal yang Membatalkan Puasa

Supaya lebih jelas, berikut adalah hal-hal yang membatalkan puasa beserta penjelasannya yang wajib kamu hindari!
1. Makan dan Minum
Di antara hal-hal yang membatalkan puasa menurut Islam, tidak makan dan minum memiliki dalil yang paling jelas. Dalil tersebut tercantum dalam potongan surat Al Baqarah ayat 187, yang berbunyi:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ
Artinya:
Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.[1]
Lalu, bagaimana dengan sikat gigi? Apakah sikat gigi membatalkan puasa? Hal ini mengingat saat sikat gigi kamu akan memasukkan sikat dan pasta gigi ke dalam mulut. Ternyata, hal ini tidak membatalkan puasa asalkan kamu hati-hati dan tidak ada komponen apa pun yang tertelan dengan sengaja.
2. Sengaja Muntah
Jika kamu bertanya-tanya apa saja yang membatalkan puasa selain makan dan minum, muntah termasuk ke dalamnya. Tapi, hanya yang disengaja saja. Bila tidak sengaja karena sedang sakit, mabuk darat atau laut, hamil, atau alasan lain, kamu bisa terus melanjutkan puasa hingga tuntas.
Hal ini tertulis dalam hadis Sunan Ibnu Majah Nomor 1676 Kitab Puasa, yang berbunyi:
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ، حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، ح وَحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ سُلَيْمَانَ أَبُو الشَّعْثَاءِ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، جَمِيعًا عَنْ هِشَامٍ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ: " مَنْ ذَرَعَهُ الْقَىْءُ فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنِ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ " .
Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang muntah tanpa sengaja, maka tidak ada kewajiban untuk mengganti puasa baginya, tapi barang siapa yang memuntahkan diri sendiri (dengan sengaja), maka ia wajib mengganti puasa.”[2]
3. Haid dan Nifas
Penting untuk kamu tahu jika salah satu syarat sah puasa adalah tidak sedang haid atau nifas. Karena itu, keduanya termasuk ke dalam 8 hal yang membatalkan puasa dan harus kamu ganti di hari lainnya.
Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:
أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَقَدْ رُوِيَ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَيْضًا . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ نَعْلَمُ بَيْنَهُمُ اخْتِلاَفًا أَنَّ الْحَائِضَ تَقْضِي الصِّيَامَ وَلاَ تَقْضِي الصَّلاَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَعُبَيْدَةُ هُوَ ابْنُ مُعَتِّبٍ الضَّبِّيُّ الْكُوفِيُّ يُكْنَى أَبَا عَبْدِ الْكَرِيمِ .
Artinya: Diriwayatkan dari Aisyah bahwa kami haid pada masa Rasulullah. Kemudian ketika kami suci (setelah selesai haid), kami diperintahkan untuk mengganti puasa tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti salat.[3]
Lalu, apakah boleh mandi wajib saat puasa? Setelah haid selesai, kamu perlu segera mandi wajib. Bisa dilakukan sebelum imsak. Tapi jika terlanjur tidak puasa di hari itu karena haid selesai siang atau sore hari, kamu bisa puasa kembali di hari berikutnya.
4. Melakukan Hubungan Seksual
Ada juga hal yang membatalkan puasa suami istri, yaitu ketika kamu melakukan hubungan seksual di siang hari. Kamu hanya bisa melakukannya di malam hari dan perlu segera keramas saat puasa agar bersih dari hadas besar.
Hal ini sesuai dengan penggalan QS. Al Baqarah ayat 187, yang berbunyi:
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ
Artinya: Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu.[1]
5. Keluar Air Mani dengan Sengaja
Kamu sudah tahu jika hubungan seksual tidak diperbolehkan saat puasa, hanya bisa di malam hari saja. Lalu, apakah pikiran kotor dapat membatalkan puasa? Sebenarnya, jika hanya dalam pikiran, puasa tidak batal.
Hal ini sesuai dengan hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا، مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَتَكَلَّمْ»
Artinya: Sesungguhnya Allah memaafkan umatku apa yang terbayang dalam hati mereka, selama ia tidak melakukan atau pun mengungkapnya.[4]
Beda cerita jika air mani keluar dengan sengaja karena mastrubasi atau hal-hal lain yang sejenis. Puasa kamu akan batal dan wajib diganti di lain hari.
6. Memasukkan Sesuatu ke Alat Kelamin atau Dubur
Lalu, puasa batal karena apa saja selain karena hal-hal di atas? Penetrasi atau memasukkan sesuatu ke alat kelamin atau dubur juga membatalkannya. Hal ini tidak selalu bernada seksual, mengingat pada beberapa kasus kamu juga perlu memasukkan obat melalui dubur.
7. Murtad
Ketika murtad atau keluar dari Islam, kewajiban puasa kamu juga ikut luruh. Jadi, jika sedang berpuasa, secara otomatis puasanya batal.
8. Hilang Akal
Mengingat salah satu syarat sah puasa adalah sehat secara rohani, maka kewajiban puasa kamu luruh saat hilang akal. Karena itu, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak wajib berpuasa. Jika puasa, maka puasanya batal karena tidak sah.
Bagaimana jika Puasa Batal?

Jika puasa batal karena hal-hal di atas, kamu bisa menggantinya di hari lain atau membayar fidyah jika tidak mampu puasa karena kesehatan dan alasan masuk akal lainnya.
Untuk menghindari hal yang membatalkan puasa di atas, kamu perlu suasana rumah yang super nyaman. Contohnya dengan memakai water heater (listrik atau gas) dan AC Kios Ariston untuk menjaga suhu air dan suhu ruangan agar tetap optimal. Jadi, ayo coba produknya sekarang!