Apakah Boleh Mandi Wajib Saat Puasa? Ini Jawabannya!
Ketika menjalankan ibadah puasa, pastinya ada banyak pertanyaan yang menghantui kamu. Salah satunya adalah soal mandi wajib atau mandi junub. Mandi ini harus kamu lakukan jika punya hadas besar. Tapi, kapan waktunya? Kira-kira, apakah boleh mandi wajib saat puasa setelah imsak tiba?
Ternyata bisa. Beberapa ulama berpendapat bahwa hadas besar bukanlah hal yang membatalkan puasa dan tidak masuk ke dalam rukun puasa maupun syarat sah puasa. Tapi, ada syarat dan ketentuan yang harus kamu perhatikan. Begini hukumnya dalam ajaran dan syariat Islam!
Apakah Boleh Mandi Wajib saat Puasa?

Pada penjelasan di atas, kamu sudah tahu soal bolehkah keramas saat puasa atau tidak. Secara syariat, puasa tetap sah meskipun kamu masih dalam keadaan junub. Nabi Muhammad saw. bahkan pernah melakukannya.
Hal ini dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ سَأَلْتُ أُمَّ سَلَمَةَ عَنِ الرَّجُلِ، يُصْبِحُ، وَهُوَ جُنُبٌ، يُرِيدُ الصَّوْمَ؟ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنَ الْوِقَاعِ، لاَ مِنِ احْتِلاَمٍ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيُتِمُّ صَوْمَهُ .
Artinya: Diriwayatkan bahwa Nafi’ berkata: “Saya bertanya kepada Umm Salamah tentang seorang pria yang bangun di pagi hari dalam keadaan junub dan ingin berpuasa.”
Dia berkata: “Rasulullah saw. biasa bangun di pagi hari dalam keadaan junub setelah berhubungan, bukan karena mimpi basah, kemudian dia mandi (wajib) dan menyelesaikan puasanya.”[1]
Batas Mandi Wajib saat Puasa

Jika kamu bertanya-tanya apakah boleh mandi wajib di pagi hari saat puasa, jawabannya adalah boleh. Terlebih jika kamu ketiduran secara tidak sengaja atau karena berbagai alasan mendesak lainnya. Meskipun belum mandi wajib, puasa tetap sah dan bisa dilanjutkan hingga waktu maghrib.
Secara garis besar, hukum mandi wajib setelah sahur itu boleh. Hanya saja, penting untuk kamu catat bahwa batas mandi junub ketika puasa yang paling ideal adalah sebelum waktu subuh habis. Hal ini karena salah satu syarat sah salat adalah suci dari hadas kecil dan besar.
Karena kamu wajib salat subuh, maka segera mandi junub secepat mungkin. Lebih cepat akan lebih baik, mengingat menunda mandi wajib padahal tidak sedang dalam keadaan genting itu tidak baik.
Hal ini disebutkan dalam hadis:
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلاَ كَلْبٌ وَلاَ جُنُبٌ ”
Artinya: Nabi SAW bersabda: “Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada gambar, atau anjing, atau orang yang junub.”[2]
Jadi, meskipun secara syariat mandi wajib jam 8 pagi saat puasa itu boleh dan tidak membatalkan puasa, tapi tetap kurang ideal. Pasalnya, jika mandi jam 8 atau lebih lama dari itu, secara otomatis kamu tidak salat subuh. Padahal, salat subuh adalah salat wajib yang perlu kamu lakukan setiap hari.
Kondisi yang Mewajibkan Mandi Junub

Setelah tahu apakah sah puasa tapi belum mandi wajib, yaitu sah, kini saatnya untuk tahu kondisi yang mewajibkan mandi tersebut.
Kamu perlu melakukannya ketika sedang memiliki hadas besar, seperti:
1. Junub
Pada penjelasan diatas, sudah disinggung jika mandi ini bersifat wajib saat kamu sedang dalam keadaan junub. Istilah ini merujuk pada kondisi saat kamu selesai berhubungan seksual dan mimpi basah hingga keluar mani. Junub adalah hadas besar dan harus segera kamu bersihkan.
2. Haid dan Nifas
Khusus untuk perempuan, kamu juga perlu melakukan mandi wajib setelah selesai haid dan nifas. Lalu kira-kira, apakah sah puasa jika belum mandi wajib bagi perempuan? Pada kondisi ini, puasa tetap sah asalkan darah haid atau nifas berhenti sebelum waktu imsak tiba. Kamu tetap bisa mandi di waktu subuh.
Tata Cara Mandi Wajib

Penting untuk kamu catat bahwa cara mandi wajib berbeda dengan mandi-mandi lain. Meskipun rukun mandi wajib hanya berupa niat dan mengguyurkan air ke seluruh tubuh, namun ada beberapa sunnah yang harus kamu tahu.
Berikut adalah tata caranya!
- Basuh tangan tiga kali, diawali tangan kanan lalu kiri.
- Bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan, termasuk di kemaluan dan dubur agar tidak ada hadas kecil yang tersisa.
- Wudhu dengan sempurna.
- Baca niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar.
- Guyur kepala tiga kali.
- Guyur bagian badan sebelah kanan tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri tiga kali.
- Gosok tubuh bagian depan dan belakang sebanyak tiga kali.
- Bersihkan rambut dan jenggot hingga ke sela-sela.
- Bersihkan lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut dengan air mengalir.
- Sebaiknya hindari menyentuh kemaluan, jika tersentuh sebaiknya berwudhu lagi.
Selama mandi wajib, kamu bisa menggosok dan membersihkan tubuh dengan sabun, shampo, dan produk lainnya. Kamu bahkan bisa gosok gigi untuk membersihkan gigi dan mulut dari kotoran. Pastikan semua bagian tubuh bersih tanpa ada yang terlewat.
Jika khawatir soal apakah sikat gigi membatalkan puasa atau tidak, para ulama setuju bahwa hukumnya boleh asalkan tidak ada yang tertelan. Jadi, mengingat eksistensinya penting, kamu bisa tetap sikat gigi dengan hati-hati. Terlebih jika kamu tidak sempat melakukannya sebelum imsak tiba.
Untuk alasan kenyamanan, kamu juga bisa mandi dengan menggunakan air hangat. Karena itulah kamu perlu memasang water heater Ariston di rumah, sehingga mandi wajib di waktu subuh tidak akan jadi masalah besar. Ada varian listrik dan gas, yang sama-sama bisa memproduksi air panas dengan cepat.
Pasalnya, meskipun jawaban dari pertanyaan apakah boleh mandi wajib saat puasa adalah boleh, kamu tetap harus melakukannya secepat mungkin. Jadi, apa lagi yang kamu tunggu? Ayo segera beli water heater Ariston dan upgrade kenyamanan di rumah dari sekarang!