Italia, Kiblatnya Arsitektur Eropa

21/09/2017
Italia, Kiblatnya Arsitektur Eropa_1
Italia tentu saja tidak hanya berbicara tentang spaghetti, tidak juga hanya memiliki wisata Menara Pisa atau Colosseum. Oh ya Italia juga tidak hanya dikenal soal sepakbolanya. Di antara negara-negara Eropa lainnya, ada yang hal yang menarik dari negara beribukota di Roma ini, yaitu arsitekturnya. Italia dikenal memiliki gaya arsitekturnya yang khas, yang menandakan kebesaran Italia.
 
Gaya arsitektur Italia pertama kali dikembangkan oleh Yohanes Nash di Inggris, kemudian dikembangkan kembali oleh arsitek Charles Barry pada tahun 1830-an. Arsitektur gaya Italia menjadi pilihan di negara-negara Eropa karena memiliki motif yang menarik dan terlihat anggun sekaligus mewah, contoh bangunan-bangunan Renaissance Italia bagian atas bangunan selalu menjadi daya Tarik tersendiri. Mulai dari desain dan lekukan indahnya hingga menara-menara yang sangat megah.
 
Arsitektur Italia biasanya mengkombinasikan bentuk-bentuk simetris, tiang-tiang besar dan kubah-kubah. Masa perkembangan arsitektur Renaissance ini merupakan masa pencapaian seni tertinggi yang dilakukan oleh negara-negara Eropa, dan Italia yang memegang kendalinya. Italia menjadi negara yang dikenal dengan karya seni arsitekturnya yang sangat tinggi. Bahkan Italia menjadi kiblat arsitektur Eropa pada masa itu.
 
Hal menarik lainnya dari karakter gaya arsitektur Italia adalah kecenderungannya pada bentuk lekungan. Ini menjadi salah satu karakter utamanya yang biasa disebut arches, yang merupakan karakter arsitektur Romawi kuno. Lekungan ini kemudian dikembangkan dengan pembentukan kubah di atap bangunan. Ukuran kubah yang besar dan bentuk setengah lingkaran kemudian jadi karakter arsitektur Italia lainnya.
 
Tidak hanya itu, banyak orang menganggap bangunan Italia itu menyerupai gereja. Memang elemen-elemen bangunan khas dari arsitektur Italia itu sangat klasik sehingga menyerupai gereja. Biasanya memiliki pintu utama dibagi dalam beberapa pilar, berderetnya jendela-jendela juga dengan tampilan patung-patung khas Romawi. Sehingga banyak orang yang menilai bangunan khas Italia itu menyerupai gereja.
 
Dalam buku Ten Books on Architecture yang ditulis oleh Vetruvius, menjelaskan bahwa arsitektur Italia dengan kebesaran masa Renaissance nya ini memiliki keistimewaan pada simetris setiap unsur-unsur bangunan. Hal ini menandakan tingkat perhitungan dan seni yang sangat tinggi pada arsitek-arsitek Italia. Kontstruksi bangunan Italia selain memiliki kekokohan karena seimbang juga memiliki estetika simetris yang tinggi.
 
Hingga kini, bangunan-bangunan di Italia masih berdiri kokoh dan gagah menghiasi sudut-sudut kota Italia. Kebesaran dan kemegahan bangunannya sekaligus bisa membawa Anda untuk terbawa ke masa-masa klasik dulu. Bagaimana? Sudah menambahkan jalan-jalan ke Italia sebagai rute liburan selanjutnya? Italia memang tidak pernah habis membuat decak kagum.
Highlights